Different Way...?

Bokutachi wa shiawase ni naru tame

Kono tabiji wo yuku

Dare mo minna ienu kizu wo tsureta

Tabibito nan darou

Hora egao ga totemo ni au

========================================================================

We travel this road to find happiness.

Everyone is a traveler, carrying his own never-healing wounds.

See? You look good with a smile on your face.

(Voyage - Ayumi Hamasaki)

A snippet of Ayumi 'Hikki' Hamasaki's old song, which got itself in Indonesian Server Ayodance Audition's song list, differing itself from all the dangdut koplo and korean mumbo-jumbo songs at that time.

Jangan berbohong, kalian para veteran Ayodance. Jangan mengaku kalian gak pernah pakai lagu ini.

Saya gak akan bohong, ini lagu paling sentimental buat saya. Bukan karena saya sering menang lawan newbie level 1-5 di lagu ini. Bukan juga karena lagu ini lagu jepang. Sejujurnya, saya kurang suka lagu-lagu Ayumi Hamasaki. Dan bukan juga karena arti dari lagu itu (which i found out to be so touching).

Bukan.
Sama sekali bukan seperti itu...

With this song, i got my first 'Girlfriend'.

Yaah, bukan sesuatu hal yang besar sih. Secara kebetulan, saya hanya masuk kedalam suatu Room yang memasang mode couple. Saat itu avatar Ayodance saya masih level 4, dengan baju seadanya. The DJ set this music, and we start.

We followed the soothing rhythm.
We all tried to be get that purple 'Perfect' score mark.
We all tried to be in synchro.
And..... in the end, i coupled with one of them.
Pathetic, eh?

Saya ingin ketawa kalo ingat memori ini sekarang.
Ah....

Saya yakin bukan saya saja yang mendapatkan 'pacar' pertamanya di Ayodance. Saya kenal seseorang yang sama seperti itu.... (lirik akun tertentu).
Anyway, terkadang perasaan yang tersimpan di dunia virtual, tanpa kontak fisik, seringkali disalahartikan dalam berbagai cara.
Tapi... apakah perasaan itu juga virtual? Hanya karena perasaan itu terbentuk secara virtual? Hanya karena disampaikan lewat message/IM/SMS?

Ah....
Mungkin memang sayanya saja yang introvert.
Mungkin memang gaya saya yang berbeda. Hanya jantan di dunia virtual.
Dan seperti Hermit Crab di dunia nyata.

In the end, 
maybe it's not the right time for me to search for that kind of real, not virtual, happiness.
maybe i'm a lost traveler who already got myself never-healing wounds.
maybe... i'm best at smiling. for myself.

maybe that's what you wanted to say to me all this time, nya...

POSTED BY Nurfalah Adam
POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

New Environment, New Problem

Hello guys! Kita bertemu lagi, sepertinya. Saya harap kalian memaafkan saya yang sekarang jadi jarang ngapdet blog ini. Udah sering sih bilang begini, tapi mau bagaimana lagi... sibuk.

Gak terasa udah saatnya saya dan angkatan SMA Plus PGRI Cibinong ke-sekian melanjutkan hidup kami sebagai akademisi. Masa Putih-Abu telah lewat, meninggalkan kenangan manis didalam diri masing-masing.

Sayah sempat lihat di blog teman sebelah kalau dia akan meninggalkan sahabat-sahabat sekelasnya begitu meninggalkan kampus SMA. Pfft, capiche.... buat apa ada grup kelas kalau gak dimanfaatkan? ya gak? ^_^

Anyway, disinilah aku, mulai memasuki dunia perkuliahan. Alhamdulillah banget sahabat-sahabat Less_Sugar AFAIK gak ada yang nasibnya masih kelabu. Ada yang udah dapet kuliah di Sahid, di Brawijaya, di CCIT, di UHAMKA, UGM (Universitas Gunadarma Margonda), dan banyak lagi yang gak kuketahui. Mereka semua berhasil mendapatkan kursi, whether they like it or not. Bukan masalahku kalau mereka gak senang dengan jatah jurusannya... but i'll still cheer from them, be it from facebook or anything else.

Dan saya? Saya termasuk salah satu dari sedikit anak yang masuk UJK (Universitas Jaket Kuning) yang katanya tersohor itu. Iya itu, yang katanya kegiatan mahasiswa barunya gak ada ospeknya tapi jadwalnya sukses menggoreng otak para MABA di masa-masa awal waktu masih gak ada kegiatan. udah tau? bagus.

Selama menjadi seorang akademisi, belum banyak hal yang bikin saya restless selama ini. Kopasus IT divisi RPL sangatlah leisure. Saya juga gak ikut OSIS, suara saya juga cukup jelek untuk ditolak tim paduan suara sekolah. Salah satunya mungkin OSN, yang saya akui gak bisa ngerjain soalnya satupun...

Sekarang, saya ada di dalam lingkungan sistematis. Semuanya bersifat daring, mulai dari pendaftaran mata kuliah, pencarian buku di perpustakaan, hingga penggabungan komunitas dan unit-unit kegiatan mahasiswa. banyak sekali ya, mungkin begitu juga masalahnya di universitas lain.

Hingga kini, saya mencatat beberapa tautan penting yang esensial demi kehidupan saya sebagai akademisi di kota cyber ini. Pendaftaran Hotspot tentunya sangat dibutuhkan (tadi baru lihat dan handset saya sudah aktif dan sudah bisa memakai fasilitas hotspot kampus), belum ditambah ID Perpustakaan Pusat yang krusial untuk mencari literatur-literatur tambahan, baik untuk tugas maupun skripsi. Belum juga saya harus memonitor kegiatan ke-mahasiswa-an saya di halaman SIAK-NG yang belum bisa saya isi sekarang akibat belum mulai waktu belajar. Dan juga keterbatasan fasilitas bagi mahasiswa baru gara-gara KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) terkutuk yang belum turun-turun dari atasan. Beberapa teman mengatakan mereka capek jalan kaki, karna gak bisa naik bikun. kasihan.

males ya bacanya? sama sih. Tapi saya seneng nulisnya... hehe
pokoknya, banyak hal yang harus bisa saya adaptasikan ke tubuh 92kilogram ini.
sampai saat itu, adios dulu. sampe sekarang masih susah buka lektop.

POSTED BY Nurfalah Adam
DISCUSSION 0 Comments
Diberdayakan oleh Blogger.