Night Crawl

Gelap, hanya terdengar suara detak jantung jam dinding dan nafas kipas angin yang mengisi ruanganku. Ya, ruangan yang telah kugunakan selama bertahun-tahun ini, yang dengan setia membiarkan dirinya dimasukin oleh daging berjalan bernama manusia. Ruangan terbentuknya pondasi-pondasi mimpi, terilhami oleh puluhan, ratusan, bahkan jika memasukkan setiap unsur-unsur yang tak sengaja ada didalamnya, ribuan pola pikir manusia yang dijejalkan kedalam berbagai buku.

Dan malam ini, satu lagi pintu itu berhasil kubuka. Dengan mudahnya, pintu itu membiarkan diriku membukanya, seolah-olah berkata, "Silahkan nak, i'm all yours" dari dasar hatinya. Pengetahuan memang luar biasa. Dan pintu itu menyimpan ke-luar biasa-an tersebut.

"Jangan menyerah, Tonto!"

"Pikiran bagaikan sebuah gudang...."

"Duelist tidak hanya melawan musuh yang tertera dalam kartu, melainkan juga melawan monster bernama kebencian yang bersemayam dalam hatinya..."

"Kebencian itu... Rapuh!"

"Bersama teman, hidup terasa lebih mudah.."

dan masih banyak lagi mutiara-mutiara kehidupan tercurah dalam bentuk kata-kata. kata-kata yang mungkin bagi beberapa orang hanya akan menjadi 'sekedar dibaca'. Menjadi bumbu yang tersebar untuk jadi eye-candy bagi mereka yang mengharapkan point of the matter.

Komprehensi....
kata yang cukup sulit dimengerti, bahkan untuk beberapa orang di sekitarku. Bahkan kemungkinan besar, aku pun masih belum mengerti benar akan hal itu.

Namun perlukah itu dalam kehidupan?
Perlukan?

Aku pun tak tahu.

POSTED BY Unknown
POSTED IN ,
DISCUSSION 0 Comments

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.