New Environment, New Problem

Hello guys! Kita bertemu lagi, sepertinya. Saya harap kalian memaafkan saya yang sekarang jadi jarang ngapdet blog ini. Udah sering sih bilang begini, tapi mau bagaimana lagi... sibuk.

Gak terasa udah saatnya saya dan angkatan SMA Plus PGRI Cibinong ke-sekian melanjutkan hidup kami sebagai akademisi. Masa Putih-Abu telah lewat, meninggalkan kenangan manis didalam diri masing-masing.

Sayah sempat lihat di blog teman sebelah kalau dia akan meninggalkan sahabat-sahabat sekelasnya begitu meninggalkan kampus SMA. Pfft, capiche.... buat apa ada grup kelas kalau gak dimanfaatkan? ya gak? ^_^

Anyway, disinilah aku, mulai memasuki dunia perkuliahan. Alhamdulillah banget sahabat-sahabat Less_Sugar AFAIK gak ada yang nasibnya masih kelabu. Ada yang udah dapet kuliah di Sahid, di Brawijaya, di CCIT, di UHAMKA, UGM (Universitas Gunadarma Margonda), dan banyak lagi yang gak kuketahui. Mereka semua berhasil mendapatkan kursi, whether they like it or not. Bukan masalahku kalau mereka gak senang dengan jatah jurusannya... but i'll still cheer from them, be it from facebook or anything else.

Dan saya? Saya termasuk salah satu dari sedikit anak yang masuk UJK (Universitas Jaket Kuning) yang katanya tersohor itu. Iya itu, yang katanya kegiatan mahasiswa barunya gak ada ospeknya tapi jadwalnya sukses menggoreng otak para MABA di masa-masa awal waktu masih gak ada kegiatan. udah tau? bagus.

Selama menjadi seorang akademisi, belum banyak hal yang bikin saya restless selama ini. Kopasus IT divisi RPL sangatlah leisure. Saya juga gak ikut OSIS, suara saya juga cukup jelek untuk ditolak tim paduan suara sekolah. Salah satunya mungkin OSN, yang saya akui gak bisa ngerjain soalnya satupun...

Sekarang, saya ada di dalam lingkungan sistematis. Semuanya bersifat daring, mulai dari pendaftaran mata kuliah, pencarian buku di perpustakaan, hingga penggabungan komunitas dan unit-unit kegiatan mahasiswa. banyak sekali ya, mungkin begitu juga masalahnya di universitas lain.

Hingga kini, saya mencatat beberapa tautan penting yang esensial demi kehidupan saya sebagai akademisi di kota cyber ini. Pendaftaran Hotspot tentunya sangat dibutuhkan (tadi baru lihat dan handset saya sudah aktif dan sudah bisa memakai fasilitas hotspot kampus), belum ditambah ID Perpustakaan Pusat yang krusial untuk mencari literatur-literatur tambahan, baik untuk tugas maupun skripsi. Belum juga saya harus memonitor kegiatan ke-mahasiswa-an saya di halaman SIAK-NG yang belum bisa saya isi sekarang akibat belum mulai waktu belajar. Dan juga keterbatasan fasilitas bagi mahasiswa baru gara-gara KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) terkutuk yang belum turun-turun dari atasan. Beberapa teman mengatakan mereka capek jalan kaki, karna gak bisa naik bikun. kasihan.

males ya bacanya? sama sih. Tapi saya seneng nulisnya... hehe
pokoknya, banyak hal yang harus bisa saya adaptasikan ke tubuh 92kilogram ini.
sampai saat itu, adios dulu. sampe sekarang masih susah buka lektop.

POSTED BY Unknown
DISCUSSION 0 Comments

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.